Sabtu, 26 Januari 2013

Workshop dan Rekruitmen Sanggar Seni Panrita Angkatan Ke.II Stikes Panrita Husada Bulukumba Tahun 2012/2013

Sabtu, 22 Desember 2012, Workshop dan Rekruitmen Sanggar Seni Panrita Angkatan Ke.II dibuka oleh Bpk Azrul S.Kep,.Ns,.M.Kes atas nama Ibu Ketua Stikes Panrita Husada, yang tidak sempat mengikuti acara tersebut.

Tepat pada jam 09.00 Wita, acara ini dibuka dan dihadiri oleh Calon Anggota Angkatan Ke.II Sanggar Seni  Panrita, dan Sahabat-sahabat Panrita. cara yang berlansung selama 2 hari tersebut Terlaksanan atas dukungan sahabat-sahabat panrita, Mahasiswa Stikes Panrita Husada Bulukumba, Dan pihak Institusi yang memberikan support yang amat besar.

Tepat jam 13.00 Wita acara mulai berlansung dengan meteri pembuka yang berjudul "Peranan Budaya dalam Memperkuat Jati Diri “ yang dibawakan oleh Bpk Idris Aman S.Sos. beliau memberikan jalan tentang kemana dan cara agar budaya yang ada di kabupaten Bulukumba yang amat banyak dan mulai terlupakan ini ternyata dapat memperkuat jati diri dan dapat memberikan arah tentang bagaimana seharusnya seorang mahasiswa khususnya di bidang kesehatan dapat berpikir kritis yang saat ini mulai tergerus. khusunya di kabupaten Bulukumba.

Setelah berlansung selama 2 jam. kemudian dilanjutkan Oleh Bpk Asrul Sani. SE tentang “ Manajemen Organisasi “, dimana disini beliau memberikan tata cara dan jalan bagaimana agar sebuah organisasi dapat dimanejemen dengan baik agar dapat tunbuh kembang menjadi sesuatu yang memberikan warnah tersendiri.
ilmu yang diberikan untuk hari sabtu tersebut selesai pada jam 16.00 Wita.

Minggu, 23 Desember 2012, hari ke dua, materi yang untuk ke tiga kali ini dibawakan oleh Bpk Bpk Darsyaf Pabottingi S.S yang membawakan materi “ Manajemen Seni Pertunjukan “. pada hari itu. yakni hari minggu khusus lebih mendalam dalam bidang seni. kemudian dilanjutkan oleh Bpk Oleh Bpk Drs Abdul  Karim  S.pd “ Musik Iringan “dimana beliau memberikan ilmunya dalam bidang musik iringan dalam sebuah pertunjukan. kemudian dilanjutkan oleh ibu Dewi Fausia S.S “ Olah Rasa dan Tubuh “, dimana beliau memnyempatkan waktunya untuk membagi ilmunya dalam bidang tata cara mengolah tubuh dan rasa setiap memberikan suatu pertunjukan. kemudian tepat pukul  17.00 Wita, materi ketarakhir Workshop 
Oleh Bpk Agusriadi Maula S.S “ Organisasi Pekerja Panggung “ beliau selaku pembina dan pembimbing Sanggar Seni Panrita sebagai penutup serta pengukuh Anggota baru sanggar Seni Panrita Angkatan Ke.II kali ini.

Pada acara yang ke pertama kalinya dilaksanakan di Kampus Stikes Panrita Husada Bulukumba, Munkin sangat lain. dimana Kampus yang berkecimpung dalam pendidikan kesehatan berdiri sebuah organisasi seni. tapi tak bisa dipungkiri bahwa Seni merupakan sebuah sarana dimana membentuk suatu kepribadian dan Mekanisme Koping untuk seorang mahasiswa Kesehatan.







  

Readmore »» Workshop dan Rekruitmen Sanggar Seni Panrita Angkatan Ke.II Stikes Panrita Husada Bulukumba Tahun 2012/2013
Bacaan Selanjutnya - Workshop dan Rekruitmen Sanggar Seni Panrita Angkatan Ke.II Stikes Panrita Husada Bulukumba Tahun 2012/2013

Cincin

Aku Saat ini sedang membuat cincin dari hatiku. 
Kalau Tuhan dan kamu setuju. 
Akan ku pakaikan di jari manusmu. 
                                                           Imyen Damai.

Readmore »» Cincin
Bacaan Selanjutnya - Cincin

Rabu, 12 Desember 2012

Biografi Khalil Gibran


KAHLIL GIBRAN merupakan seorang seniman, penyair dan pengarang. Beliau dilahirkan di BESHARI pada 06 Januari 1883, LEBANON. Yg merupakan daerah yg kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil mata GIBRAN sudah terbiasa menangkap fenomena2 alam tsb. Inilah nantinya banyak mempengaruhi tulisan2nya tentang alam. Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, GIBRAN pindah ke BOSTON, AS. GIBRAN kecil mengalami kejutan budaya, seperti yg banyak dialami oleh para imigran lain yg berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke – 19. Keceriaan GIBRAN di bangku sekolah umum di BOSTON, diisi dg masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun proses pengamerikaan GIBRAN hanya berlangsung selama 3 tahun karena setelah itu dia kembali ke BEIRUT, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat ( School of Wisdom ) sejak tahun 1898 – 1901.
Kehidupan masa remaja kahlil gibran
Selama masa awal remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani Kerajaan Turki Uthmaniyyah, sifat munafik organisasi gereja, dan peranan kaum wanita Asia Barat yg sekedar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yg kemudian dituangkan ke dalam karya2nya yg berbahasa Arab. GIBRAN meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di BOSTON dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yg kemudian justru memberikan kebebasan untuk menggabungkan dua pengalaman budayanya yg berbeda menjadi satu.
GIBRAN menulis drama pertamanya di PARIS dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya “SPIRITS REBELLIOUS” ditulis di BOSTON dan diterbitkan di NEW YORK, yg berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yg menyerang orang2 korup yg dilihatnya. Akibatnya, GIBRAN menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran2 GIBRAN itu tiba2 dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Masa2 pembentukan diri selama di PARIS cerai berai ketika GIBRAN menerima kabar dari Konsulat Jenderal Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yg paling muda berumur 15 tahun, SULTANA, meninggal karena TBC.
GIBRAN segera kembali ke BOSTON. Kakaknya, PETER, seorang pekedai yg menjadi tumpuan hidup saudara2 dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yg memuja dan dipujanya, KAMILAH, juga telah meninggal karena tumor ganas. Hanya adiknya, MARIANNA, yg masih hidup, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yg sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. GIBRAN dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yg tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Di tahun2 awal mereka berdua, MARIANNA membiayai penerbitan karya2 GIBRAN dengan biaya yg diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan’s Growns. Berkat kerja keras adiknya itu, GIBRAN dapat meneruskan karier keseniman dan kesastraannya yg masih awal.
Pada tahun 1908 GIBRAN singgah di PARIS lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari MARY HASKELL, seorang wanita kepala sekolah yg berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di BOSTON. Dari tahun 1909, dia belajar di School of Beauxs Arts dan Julian Academx.
Kembali ke BOSTON, GIBRAN mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota BEACON HILL. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.
Pada tahun 1911, GIBRAN pindah ke kota NEW YORK, GIBRAN bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yg sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.
Sebelum tahun 1912, “BROKEN WINGS” telah diterbitkan dalam bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yg merupakan seorang Uskup yg oportunis. Karya GIBRAN ini sering dianggap sebagai autobiografinya. Pengaruh “BROKEN WINGS” terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita2 Arab yg dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yg memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yg diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama “BROKEN WINGS” ini dipersembahkan untuk MARY HASKELL.
GIBRAN sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun2 berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di LEBANON, GIBRAN menjadi seorang pengamat dari kalangan non pemerintah bagi masyarakat SYRIA yg tinggal di Amerika. Ketika GIBRAN dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredu. PIERRE LOTI, seorang novelis PERANCIS, yg sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata kepada GIBRAN, kalau hal ini sangat mengenaskan. Disadari atau tidak, GIBRAN memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.
GIBRAN sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun2 berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di LEBANON, GIBRAN menjadi seorang pengamat dari kalangan non pemerintah bagi masyarakat SYRIA yg tinggal di Amerika. Ketika GIBRAN dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredu. PIERRE LOTI, seorang novelis PERANCIS, yg sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata kepada GIBRAN, kalau hal ini sangat mengenaskan. Disadari atau tidak, GIBRAN memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.
Karya Pertama Kahlil Gibran
Sebelum tahun 1918, GIBRAN sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “THE MADMAN”, “HIS PARABLES AND POEMS”. Persahabatan yg erat antara MARY, tergambar dalam “THE MADMAN”. Setelah “THE MADMAN”, buku GIBRAN yg berbahasa Inggris adalah “TWENTY DRAWING”, 1919 ; “THE FORERUNNE”, 1920 ; dan “SANG NABI” pada tahun 1923, karya2 itu adalah suatu cara agar dia memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai siswa sekolah di LEBANON, ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918 – 1922.
Sebelum terbitnya “SANG NABI”, hubungan dekat antara MARY dan GIBRAN mulai tidak jelas. MARY dilamar FLORENCE MINIS, seorang pengusaha kaya dari GEORGIA. Ia menawarkan pada MARY sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggungjawab pendidikannya. Walau hubungan MARY dan GIBRAN pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip2 MARY selama ini banyak berbeda dengan GIBRAN. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya MARY menerima FLORENCE MINIS.
Pada tahun 1920, GIBRAN mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yg dinamakan ARRABITHAH AL ALAMIA ( Ikatan Penulis ). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yg stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi GIBRAN, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya BARBARRA YOUNG. Ia mengenal GIBRAN setelah membaca “SANG NABI”. BARBARRA YOUNG sendiri merupakan pemilik sebuah toko yg sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris.
Selama 8 tahun tinggal di NEW YORK, BARBARRA YOUNG ikut aktif dalam kegiatan studio GIBRAN. GIBRAN menyelesaikan “SAND AND FOAM” tahun 1926, dan “JESUS THE SON OF MAN” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “LAZARUS” pada tanggal 06 Januari 1929.
Setelah GIBRAN menyelesaikan “THE EARTH GODS” pada tahun 1931. Karyanya yg lain “THE WANDERER”, yg selama ini di tangan MARY, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yg lain “THE GARDEN OF THE PROPHETH”.
Akhir dari perjalan hidup kahlil gibran
Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, GIBRAN meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di GREENWICH VILLAGE. Hari berikutnya, MARIANNA mengirim telegram ke MARY HASKELL di SAVANNAH untuk mengabarkan kematian Penyair itu. Meskipun harus merawat suaminya yg saat itu juga menderita sakit, MARY tetap menyempatkan diri untuk melayat GIBRAN. Jenazah GIBRAN kemudian dikebumikan tanggal 21 Ogos di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana GIBRAN pernah melakukan ibadah. Sepeninggal GIBRAN, BARBARRA YOUNG-lah yg mengetahui seluk beluk studio, warisan dan tanah peninggalan GIBRAN. Juga secarik kertas yg bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantu.”
Begitulah perjalan sang penyair, puitis, dan sang romantika. dan walaupun kahlil gibran sudah tidak ada lagi dalam kehidupan jaman sekarang namun karya-karyanya masih di kenal orang dari generasi ke generasi terutama pengaruhnya dalam puisi-puisi cinta dan kata-kata romantisnya bisa memberikan kepercayaan dan kekuatan tersendiri bagi yang membaca karyanya.

Readmore »» Biografi Khalil Gibran
Bacaan Selanjutnya - Biografi Khalil Gibran

Senin, 10 Desember 2012

Andika Mappasomba (Andhika Daeng Mamangka)


Jika ada penyair yang kadang menjuluki dirinya sendiri sebagaipenyair rombeng atau penghibur sastra keliling kampung maka inilah orangnya. Andhika Mappasomba, lebih sering disapa dengan nama Dhika. Lelaki berambut gondrong kelahiran Bulukumba 1980. Bekas bangku dalam kelas tempatnya duduk semasa SMP di Tanah Beru Bulukumba menjadi saksi awal perjalanan kepenyairan dari alumnus Universitas Islam Negeri di Makassar ini. Dhika sering ditemani oleh sebuah vespa butut yang diberi nama Aladin. Aktif dalam berbagai organisasi terutama organisasi yang mengepalkan tinju demi seni dan budaya. Yang penulis bisa lacak adalah bahwa dia tergabung dalam masyarakat Pencinta Seni Pertunjukan (Mata Sejuk) Indonesia dan sebagai direktur poros Tiga Institute Cultural Studies (p3i-CS Makassar). Pendengar RCA khususnya penggemar acara sastra Ekspresi selalu disiraminya dengan puisi. Dia satu-satunya penyair yang paling rajin membacakan sendiri puisi-puisinya di radiosetiap ada kesempatan menjadi bintang tamu di RCA.

Bersama cerpenis Anis K. Al Asyari, dia pernah menggebrak dengan menerbitkan buku Ingin Kukencingi Mulut Monalisa (2003). Sebuah buku kumpulan cerpen milik Anis dan kumpulan puisi milik Andhika. Buku selanjutnya Mawar dan Penjarayang keseluruhan isinya adalah sajak-sajaknya yang nyaris terbuang dan semoga saja memang tak akan pernah terbuang jika jadi terbit dalam tahun ini juga.

Andhika juga seorang blogger. Puisi-puisinya yang khas diletakkannya satu persatu di blog kelong pajaga tempat Dhika biasanya pulang beristirahat setelah lelah seharian menjelajahi alam, mengolah rasa, berdiskusi dengan manusia lainnya di alam terbuka ataupun ruang tertutup. Karakter khas puisi Andhika terletak pada kebiasaan-kebiasaan pengulangan metafora tapi dengan makna berbeda pada setiap puisi. Puisinya suka memotret perjalanan sekecil apapun.

Karya-karya Andika Mappasomba :

Bulukumba, Kota Sejuta Penyair

aku lahir di sini dari rahim ibu yang menua pada waktu tanah merah hitam yang menggumpal bekukan batang jagung dan batang padidan asin airnya mengalir dalam darahku bersama nyayian nyiur yang melambai-lambai pada garis pantainyamemanggil-manggil, menggema, memanjat batang kelor dalam sajak rindurindu pada negeri ibu, negeri sejuta nahkoda negeri sejuta panrita negeri sejuta nahkodabulukumba

walau
aku bertualang melangkah mendaki ke dalam belantara kehidupan
terbang ke langit ke lima menyusup ke dalam batas bumi
bertemu jawara-jawara yang menikam sukma
aku tak melupakan kokoh tiang pinisi menantang ombak sembilan samudera
aku tak melupakanmu negeriku, negeri sejuta nahkoda dan panrita,
negeri sejuta dongeng, negeri sejuta pau-pau, negeri sejuta budaya
kota sejuta penyair
bulukumba

walau
aku bertuaalang masuk ke dalam hidup menemui pengantinku di negeri jauh
lalu bercinta di batas lelah lunglai di puncak sepi
rindu tak pernah usai menyanyi dalam qalbu
memanggil-manggil pulang
memanggil-manggil pulang
melewati pematang sawah
menyusuri sungai, tepian pantai, lereng bukit
merenangi laut flores dan teluk bone
melintasi lompo battang
datang padamu bulukumba; meneguk airmu, mengupas jagungmu, menumbuk padimu,
memetik daun kelormu, mencubit daging tuing-tuing, loka-loka, lure, lajang,
yang kukulum bersama sayur kelor dan nasi kampo'do'

uh
najis rasanya pizza ayam goreng amerika
muntah rasanya makan sozzis dan conello cina
muntah rasanya minum minuman karbonat jepang
muntah rasanya makan gorengan dari minyak goreng malaysia

biarlah di kota sejuta penyair
kunikmati dendeng capi, poca'-poca', sanggara bambang, sarabba, lopisi, dumpi eja, kampalo, gogoso, baruasa, taripang, uhu'-uhu', cucuru dari minyak rakang

kota ini, bulukumba, kota mendunia
kota sejuta penyair

di sana kalian punya patung liberty
kami punya patung pinisi
di sana kalian punya pantai hawai dan bombai
kami punya pantai bira, dajo, lemo-lemo, batu tallasa, samboang, turungang beru, kajang kassi, kasuso, pantai ara, pantai merpati, dan leppe'
di sana kalian punya monte karlo
kami punya tebing lahongka
di sana kalin punya zamba, acapela, capuera
kami punya kelongpajaga, gandrang jong, dan mancak baruga
di sana kalian punya indian, aborigin, dan apache
kami punya kajang tana toa

kota ini, bulukumba, kota mendunia
kota pelabuhan rindu, negeri ibu
KOTA SEJUTA PENYAIR
BULUKUMBA
Bulukumba, 19 Juli 2008


Jendela Kereta

26 Februari 2008
hujan baru saja tuntas membasuh kotamu
rumput, kembang dan pepohonan tampak sumringah
aku intip kotamu dari jendela kereta yang melaju
di langit, bulan samar memaksaku merapal namamu

kaulah seserpihan bulan kerinduanku
pada kenangan, pernah kutanamkan sajak tujuh tangkai bunga
yang tak pernah sempat kau tatap hingga purna di waktu lalu

malam itu, aku melintasi kotamu
mengintip rumput, kembang dan pepohonan putih
dari jendela kereta yang melaju
tapi, mungkin hujan melelapkanmu dengan sempurna
hingga hentak kakiku tak kau dengarkan di larut ini

malam itu, aku melintasi kotamu
lewat sebuah radio tua, berdendang lagi sebuah lagu
lagu yang liriknya aku dan kau pernah memahatnya
dan anak-anak memakinya sebagai lagu dari zaman batu
lagu persembahan pada arwah dalam ritual suci kematian

malam itu, aku melintasi kotamu
dari luar jendela, rumput, kembang dan pepohonan
semua nampak berduka menyaksikan tetesan air mataku
atas nama kenangan
aku menangis
Mks-Palopo, 25 Januari 2008

PENYAIR HIDUP MEMAKAN APA?
By: Andhika Daeng Mamangka

nelayan hidup dari jaring ikan
sopir hidup dari roda mobil
tukang becak hidup dari keringat
tukang ojek hidup dari motor
buruh hidup dari tulang
...

pagandrang hidup dari gendangnya
arsitek hidup dari gambarnya
tukang batu hidup dari sekop dan sendoknya
tukang kayu hidup dari pahat, palu dan gergaji

penyiar hidup dari mulut wajah, mata dan telinganya
wartawan hidup dengan pena nya
tukang cuci hidup dari kotoran
pencopet hidup dari keahliannya
perampok hidup dengan menukar nyawa
kapten, nahkoda dan awak hidup dari kapalnya

polisi tentara hidup dari senjatanya
jaksa hidup dari persoalannya
hakim hidup dari palunya
pelukis hidup dari kuas kanvasnya
pematung hidup dari patungannya
pemahat hidup dari pahatnya

guru hidup dari sekolahnya
pedagang hidup dari dagangannya
dokter hidup dari rasa sakit
perawat hidup dari si sakit
apoteker hidup dari penyakit
bidan hidup dari persalinan

politisi hidup dari lidahnya
Loper hidup dari koran yang bukan korannya

jika
semua telah jelas dalam keadilan, jalan rejeki dan kehidupan
lalu penyair yang memilih jalan sepi kehidupan, 
dia hidup dari mana?
dia hidup memakan siapa?
seniman hidup dari mana?

kadang kita begitu lupa, mendiamkan sebiji apel segar, membusuk di dalam laci, bahkan, setelah busuk pun, lalu ia ditelan makan. padahal kita tahu, apel segar selalu menawarkan aroma yang harum

seniman hidup dari pengabdiannya kepada sepi, kepada sedih, kepada akal hati, kepada perih, kepada benci, kepada berkendi-kendi air mata, kepada tawa, dari sisa maki.

setelah syairnya dibacakan, dibicarakan, didengarkan, kita lupa memberikan kehidupan untuknya. 
setelah sajaknya kita dengarkan dan kita terbahak-bahak menertawai diri sendiri, kita jadi lupa demi sebuah syair, mereka menelantarkan diri dalam kemiskinan. dan KEADAAN pura-pura, lupa memberikan amplop di saku kirinya, lalu dia pulang berjalan kaki, melintasi 5 kota di lima kabupaten.

pendegar syair itu sungguh tahu, dia mempercepat kematian si penyair. Lalu, 5 tahun setelahnya, masih dengan bahak yang sama, sipendengar syair tersenyum simpul berkata; boleh aku meminta 1 buku syairmu?

penyair berkata;
jika kau kuberi satu
penyair hidup memakan apa?

Bulukumba, 14 September 2012

Mantra Diri di Dalam Sepi

duhai langit yang banyak bersaksi
dan bulan yanng pemalu
kukirim seluruh jampi diri di dalam sesaji
menemui kekasih dalam sepi

walau tak dapat menyentuh pipi
tenanglah hati menjadi saksi
tentang dia yang dilanda rindu tak bertepi

langit menjaga cintaku di dalam hatinya
bulan  menjadi wakil diri, mengecup dia di sela mata
jampi hanya jembatan menemui diriku di dalam dirinya

dalam sepi aku menyimpan kekasih di dalam hati
dalam sepi kekasih, dia menyimpan rahasia di dalam dirinya

rahasia memaksa diri menjadi terjajah rasa sendiri

Bulukumba, 29 Nopember 2011


Lautan Diri

ombak tiga susun menggelora dalam samudera diri
angin mengabut pekat dalam lautan imaji
semesta menghitam
hujan turun dengan perkasa merobek waktu

ini marah, sudah di puncak pendam
maka terhunuslah alif lam mim

amuk dalam lautan diri
menjadi rahasia milik sendiri dan Rabbiku

Bulukumba, 29 November 2011

Gelegar

aku kira hanya petir yang paling dahsyat gelegarnya
ternyata
saat kau nyatakan cintamu padaku
adalah letusan yang tak kuasa kukira-kira

pingsan aku mendengarnya

proklamasi perasaan cintamu padaku
adalah gelegar yang membuat waktu terhenti sejenak

aku rasa, ini keliru
cinta tak diciptakan Tuhan untuk membunuh

Bulukumba, Nopember 2011





Bersama seribuan lebih penyair se-Kabupaten Bulukumba, Andhika mendeklarasikan Bulukumba Kota Penyair pada Maret 2009. Hingga postingan ini dibuat tinggal satu hal yang belum dideklarasikan oleh Dhika yakni menikah.

Readmore »» Andika Mappasomba (Andhika Daeng Mamangka)
Bacaan Selanjutnya - Andika Mappasomba (Andhika Daeng Mamangka)

Biografi Mahrus Andis


Mahrus Andis adalah nama samaran (nama pena) dari Drs. Andi Mahrus Syarief. Ia lahir di Ponre Kabupaten Bulukumba pada 20 September 1958. Menyelesaikan SMA di tanah kelahirannya, Bulukumba, kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Sastra-Kebudayaan UNHAS dan selesai tahun 1984. Setahun ia menjadi asisten dosen kemudian memutuskan untuk kembali ke mengabdi ke kampung halamannya sebagai pamong.
Semasa kuliah ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan. 

Kiprahnya di dunia kesenian dimulai pada tahun 1977, mangkal di Dewan Kesenian Makassar hingga 1986. Ia menulis semua genre sastra: puisi, cerpen, naskah drama, esei dan artikel sastra budaya. Karya puisinya telah dibukukan dalam berbagai antologi bersama dengan penyair-penyair Sulsel lainnya.  Aktivitas lainnya ia pernah mengasuh acara budaya di TVRI Stasiun Ujung Pandang dan Serambi Budaya di RRI Nusantara IV Makassar (1982-1984) Sejak 1986 Mahrus menjadi Pamong di Pemda Bulukumba. Berbagai jabatan pernah dipikulnya, mulai dari Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Hukum, Camat Ujung Bulu, Anggota DPRD, Kasubdin Sosial pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Linmas.

Lebih dari semua itu ia juga cukup dikenal sebagai Mubaliq kondang di daerahnya. Tapi meski sangat sibuk Mahrus masih terus menulis puisi. Buku kumpulan puisi tunggalnya yang sudah terbit berjudul : “Bulukumbaku Gelombang Berzikir” (Dewan Kesenian Bulukumba, 2001).

KARYA-KARYANYA YANG TERDOKUMENTASI PADA LAMAN INI ANTARA LAIN :

Prosa Kecil Buat Guruku
                                                                                                                    Puisi Mahrus Andis
Kita tebarkan kerinduan antara lekuk-liku perjalanan
Hari ini pun terasa ada sepenggal duka
Menggores di langit angan-angan
Ketika kita menghitung jari-jari waktu
Dan balon-balon kecil berhamburan dari jantungmu :
“Berangkatlah, anakku
Berangkatlah dengan perkasa menuju bukit
Tepiskan segala kabut. Redamkan semua takut
Karena hikmah pengembaraan adalah tasik yang bening
Alangkah setia menunggumu
Di laut pengabdian. Di pantai kemanusiaan
Lihatlah, anakku
Matahari tak pernah letih menyodorkan sinarnya
Bulan dan bintang menawarkan perdamaian
Tuhan yang maha bijak melebarkan sayap dan pikiranmu
Iqra’ bismirabbik !
Bacalah otakmu dan pandanglah ayat-ayat Ilahi
Kayuh perahumu, anakku
Pacu terus ke dasar lautan ilmu
Pasang kemudi syahadat. Laailaha Illahhah
Kibarkan layar Fii Sabilillah
Getarkan temali doa
Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilal Lahdi”
Terima kasih, guruku
Jiwamu adalah nafas kehidupan
Kami kenangkan semua itu
Seperti juga kami kenangkan setumpuk teori
Mengganyang di batok kepalamu
Desah parau suaramu menggema di ruang-ruang kelas
Peluhmu mengalir dari jantung
Menetes-netes di papan tulis
Dan kamipun mengangguk-angguk
Lantaran capek dan ngantuk
Maafkan kami, guru
Tak tuntas terjawab jerih-payah pengabdianmu
Dan kebandelan kami. Kebandelan kami, guruku
Hanyalah nuansa perjalanan anak tualang
Hari ini kita bentangkan kembali jari-jari kenangan
Ketika engkau berkisah tentang hari-hari berkabut;
“Tengoklah dunia nyata di sekitarmu,
Anak-anak gembala mendengkur di punggung kerbau
Para remaja melepaskan letih di sudut-sudut kota
Mereka rindukan pendidikan tapi biaya tak pernah mengizinkan
Mereka punya modal yang cukup tapi sukma tak rindu pendidikan
Dunia mereka tersaput gumpalan kabut
Masa depan mereka adalah sunyi yang ngeri
Mereka adalah saudara-saudaramu
Nasibnya pahit. Matanya buram
Dan engkau, anakku
Jangan sia-siakan mendaki dari lembah ke bukit
Karena usia dan kesempatan
Tak akan pernah bersahabat dengan kelalaian
Meskipun air matamu tercurah di perut bunda
Tangismu cumalah duka bumi
Penyesalan yang berkepanjangan”
Terima kasih, guruku
Nafasmu adalah suluh pengembaraan
Kami kenangkan semua itu
Seperti juga hari ini ketiuka engkau melepaskan kami dengan senyum
Matapu pijar memancarkan harapan yang kental
Menyulut api dalam dada
Mengantarkan kami ke depan pintu gerbang kemerdekaan
Samudra ilmu yang maha dalam
Iqra’ bismirabbik
Terbaca sudah
Cahaya rimba raya belantara-Mu
Bulukumba, 1989
Sumber: 
Antologi Puisi “Bulukumbaku Gelombang Bersinar”, Dewan Kesenian Bulukumba, 2001)



SAJAK PELANTIKAN


Dari mimbar ini
sepenggal orasi terpental
langit-langit ruang bergetar
gemanya menyeruduk ubun-ubun
" Atas nama kesetiaan
  aku melantik engkau
  menjadi seekor bayang-bayang sepi
  dari gairah mimpi-mimpi "
                                                      ( Bulukumba, 2013 )


Bulukumbaku Gelombang Berzikir

Nyalakan api dalam hati
membakar sukma pengabdian
untuk bumi kita
Bulukumba yang hijau
tanah gembur
warisan leluhur
Bangkitkan semangat dalam dada satukan cinta dan harapan kibarkan panji-panji persaudaraan untuk bumi kita Bulukumba yang damai tanah kerinduan yang menghapus darah dan air mata

Hari ini
Kita gemakan kalam abadi
seuntai perjanjian hati nurani

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Bulukumbaku
           Gelombang
                     Berzikir


                                                                     Bulukumba, 2002 

ANTARA BIJAWANG DAN GANTARANG

Pernah kupacu perahu kecil ini
menjauh dari pantaimu
Angan-angan pun
gugur satu-satu
ke dalam laut menjadi biru
ke dalam ombak menjadi buih
ke dalam arus
mengalir kembali
ke putih pasirmu
memanggil-manggilku
memanggil-manggilku !
                                                                   ( Blk 1984)
Readmore »» Biografi Mahrus Andis
Bacaan Selanjutnya - Biografi Mahrus Andis

Workshoop Seni Pertunjukkan dan Rekruitmen Sanggar Seni "Panrita" Angkatan II

مع اسم الله تعالى رحيما
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu'

Panitia Pelaksana
Workshoop Seni Pertunjukkan dan Rekruitmen 
Sanggar Seni "Panrita"  Angkatan II
STIKes Panrita Husada Bulukumba
  Salam Budaya...!
     "Nursing Is The Art" Kata yang penuh Arti dan Makna bagi seorang tenaga kesehatan, dimana dalam memberikan suatu Pertolongan Kesehatan perlu Intelejensi, Keterampilan, dan Seni yang tinggi. maka dari itu Kami dari Sanggar Seni "Panrita" STIKes Panrita Husada Bulukumba Akan mengadakan Wirkshoop Seni Pertunjukkan dan Rekruitmen Sanggar Seni "Panrita"  Angkatan II.
     Pemateri :
  1. BpkMahrus Andis " Arah dan Kebijakan Kebudayaan di Sul-Sel"
  2. Bpk Darsyat Pabottingi " Manajemen Seni Pertunjjukan"
  3. Bpk Idris Aman " Peranan Budaya dalam memperkuat jati diri"
  4. Bpk Agus Riadi Maula " Organisasi Seni Pertunjukkan"
  5. Ibu Dewi Fausi " Olah Tubuh dan Rasa"
  6. Bpk Abdul Karim " Musik iringan"
  7. Bpk Asrul Sani " Manajemen Organisasi"
DoorPrize
  1. Sertifikat
  2. Komsumsi di Tanggung
  3. Ilmu
Untuk Info Lebih Lanjut :
  1. Untuk DIII Kebidanan Hubungi  Wina Wahdaniah ( No Hp 08991508940 )
  2. Untuk S1 Keperawatan Hubungi Zulqifli ( 085-213-907-828 )
  3. Sahabat-sahabat "Panrita"

Salam Sukses.....!
Sanggar Seni Panrita
Kreasi Tanpa Batas



Readmore »» Workshoop Seni Pertunjukkan dan Rekruitmen Sanggar Seni "Panrita" Angkatan II
Bacaan Selanjutnya - Workshoop Seni Pertunjukkan dan Rekruitmen Sanggar Seni "Panrita" Angkatan II

Minggu, 09 Desember 2012

PAPPASENG TO RIOLO

 Engngerangngi duwae – alupaiwi duwae :

- Engngerangngi pappedecenna tau laingnge lao rilaemu
- Engngerang toi pappeja’mu lao ripadammu tau.
- Alupaiwi pappeja’na padammu tau lao rialemu
- Alupai toi pappedecemmu lao ripadammu tau.
Artinya : Ingat dua hal dan lupakan dua hal ;
- Ingatlah kebaikan orang lain terhadap dirimu
- Ingat juga keburukan dirimu terhadap orang lain.
- Lupakan kebaikan kamu terhadap orang lain
- Lupakan juga keburukan orang lain terhadap dirimu.

Patampuangeng murennuangngi,
Seuwani awaraningengnge, maduanna accae, matelluna asugirengngi, maeppana dara’e.
Apa aju tabu’e satu sikuwae. Iya aju tabu’e
Tellu onrong de’sa tu naonroi madeceng.
Ritaro ritanae nanre’i bebbu’e, ritaro’i ri uwae’i masigai atamang,
Ritaro’i ri apie masigai puppu.

Artinya:
Jangan berharap kepada empat jenis iaitu;
Pertama; keberanian, kedua; kepintaran, ketiga;kekayaan.keempat derajat/keturunan.
Sebab keempat ini adalah umpama kayu lapuk.
Adapun kayu lapuk tak bisa disimpan dengan baik.
Di tanah dimakan rayap. Di simpan di air akan terendam basah.
Disimpan di api cepat habis terbakar.

Eppai pasalewangengngi seddie tau;
- Teppalaloengngi ada-ada masala naewae situdangeng.
- Teppaliwengiengiengngi gau’ siratannae.
- Moloiwi ropporoppo narewe’ paimeng.
- Molai laleng namatike’
Artinya :
Ada empat hal yang membuat orang selamat ;
- Tidak menyinggung dengan kata-kata sesamanya yang duduk.
- Tidak melampaui batas kewajaran
- Menemui janlan buntu, dia kembali
- Melewati sebuah jalan, dia hati-hati.
Eppa’i uwangenna paramata matappe’e
Sewuwani teppe’e
Maduanna issengnge
Matellunna gau pattuju’e
Maeppanna siri’e
Artinya :
Ada empat permata yang memancarkan cahaya pada anak cucu nabi adam
Pertama : iman dan kepercayaan
Kedua : pengetahuan
Ketiga : perbuatan baik
Keempat: harga diri


Ceko riyala sanreseng

Pajaneng temmalampe’
Riyala pakkawaru.
Lempuu riyala sanreseng
Pajaneng masumange’
Madeceng laona

Artinya :
Jika sifat curang dijadikan pedoman (sandaran)
Tentulah takkan mungkin lestari
Untuk dijadikan pengharapan
Jika kejujuran dijadikan pedoman (sandaran)
Tentulah akan menjadi sesuatu yang indah
Segala sesuatunya akan baik

Uwappasengenngi makkatenning ri limaé akkatenningeng:
Mammulanna, ada tongenngé,
Maduana, lempuk-é,
Matellunna, gettenngé,
Maeppakna, sipakataué,
Malimanna, mappesonaé ri pawinruk séuwaé,
Artinya :
Aku memesankan berpegang pada lima pegangan:
Pertama, perkataan yang benar,
Kedua, kejujuran,
Ketiga, keteguhan pada keyakinan,
Keempat, saling menghargai sesama manusia,
Kelima, berserah diri kepada pencipta yang tunggal.

Paddioloiwi nia’ madeceng ritemmaddupana sininna gau’e.

Artinya :
Dahuluilah dengan niat yang baik sebelum terlaksananya semua perbuatan.

- Aja’ mumatelleng poadangngi rahasiya makkunraimmu,
- Aja’ mumatelleng sanre ri tosugi mammula menre’e.
- Akkalitutuiwi majjowa ri arung maloloe.
- Aja mutonangi lopi wati sewalie.
Artinya:
- Hati-hati jika membuka rahasia pada isterimu
- Hati-hatilah jika bersahabat dengan orang kaya baru.
- Hati-hatilah mengikut pemimpin yang masih muda.
- Jangan menumpang perahu yang hanya memiliki pengapung sebelah.

Lima rupanna mappasala nawanawa ;

1. Masero cinnae
2. Nabette rennu
3. Nalipe’e tau
4. Nawasue bacci
5. Maraja teyae.
Artinya:
Lima macam yang membuat orang salah pemikiran ;
1. Terlalu mau
2. Terlalu gembira
3. Terlalu takut
4. Terlalu marah
5. Terlalu tidak mau.

Tanranna tau sulesana-e:
Mola-i ada naparapi,
Duppa-i ada napasau,
Matu ada natuttukenna,
Taro-i gau’ nariakkuanna-e’.
Artinya:
Ciri orang bijaksana:
Mampu mengikuti pembicaraan,
Dalam menyambut pembicaraan ia membalasnya dan mengalahkannya,
Menyusun pembicaraan dengan teratur dan terarah,
Melakukan perbuatan yang sepatutnya.

Eppa’ tanranna tomadeceng kawali’e ati’e,

Sewuwani passui’e ada’ nappatuju,
Maduanna matu’i ada’ nasatinaja,
Matellunna ada’ nappasau’,
Maeppa’na molai ada na parapi.
Artinya :
Ada empat tandanya orang yang baik hati.
Pertama, mengeluarkan perkataan yang benar (bercakap benar),
Kedua, menyusun kata-kata yang bijaksana,
Ketiga, menerima perkataan (nasihat) dan menguasainya,
Keempat, teliti dalam berkata

Naiya solangnge’i mangkaue,
Sewuwani nabawampawangngi tau tebbe’e,
Maduanna denna situru’e ada ribicara melempu’e,
Matellunna temmalempue’i ripadanna tau,
Maeppana napesangi tori alena maggau’ bawang ri tomaega’e.
Artinya :
Seseungguhnya yang merusak pemimpin itu adalah :
Pertama, bertindak sewenang-wenang kepada rakyat.
Kedua, tak ada kesepakatan dalam kejujuran.
Ketiga, tidak jujur kepada sesama insan,
Keempat tidak melarang orangnya berlaku sewenang-wenang terhadap rakyat.

Makkedai nabitta Muhammad saw.”iyyaritu lino’e, eppa’i uwanggena,

Sewuwani arung malempu’e,
Madduanna panrita bokoringngi’e lino’e, pakkasiwiyanna manri puang allah ta’ala napogau,
Matelluna to’sugi’e na malabo,
Ma’epana pakke’re sabbar’ra.

Artinya:

Telah bersabda nabi junjungan kita Muhammad saw. : dunia ini empat tiangnya,
Pertama pemerintah yang amanah,
Kedua para ulama yang membelakangkan dunia dan hanya mengutamakan suruhan agama,
Ketiga para hartawan yang dermawan dan
Keempat fakir miskin yang sabar.

Aniniiri 2, mupoadai 1, mupogau’i 1, muingerrangngi 2, muallupai 2 mulolang ri tengngana padammu rupa tau.
1. Aja’ mucellai pojinna tauwwe…
2. Aja’ murekengngi appunnanna tauwwe…
3. Poadai anu sitinaja weddingnge napurio tauwwe…
4. Pogau’i gau’ sitinaja weddingnge napudeceng tauwwe…
5. Ingngerrangngi pappedecengna tauwwe lao ri idi’…
6. Ingngerrangngi asalammu lao ri tauwwe…
7. Allupaiwi pappedecengmu lao ri tauwwe…
8. Allupaiwi asalangna tauwwe lao ri idi’…
Duami passaleng nassabaari nasisala rupa tauwwe ri lalengna lino.
Anu temmanessae sibawa
Anu tenripahangnge”
Artinya :
Hanya 2 hal yang menjadi penyebab perselisihan antar sesama manusia di dunia ini
Hal yang tidak jelas dan
Hal yang tidak dipahami


Lele buluu tellele abiasang, naekia lelemoo abiasangengnge, abiasang toopa palelei


Artinya :
(Gunung dapat berpindah tapi kebiasaan tidak dapat berpindah, namun kebiasaan dapat berpindah jika kebiasaan pula yang memindahkannya)


Readmore »» PAPPASENG TO RIOLO
Bacaan Selanjutnya - PAPPASENG TO RIOLO